Menstruasi di Usia 30-an: Masa Transisi Penting

Menstruasi di Usia 30-an: Masa Transisi Penting

Usia 30-an adalah masa transisi penting dalam hidup perempuan, terutama dalam hal kesehatan menstruasi dan hormon. Selama dekade ini, tubuh dapat mengalami perubahan pada siklus menstruasiβ€”dari pola yang relatif stabil di awal 30-an hingga perubahan yang lebih terasa di akhir 30-an.

Usia Awal 30-an (30–34 Tahun)

Di usia awal 30-an, banyak perempuan masih memiliki siklus menstruasi yang mirip dengan di usia 20-an. Jika kamu tidak memiliki kondisi seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) atau endometriosis, umumnya kamu dapat menjaga siklus menstruasi tetap teratur dengan menjaga gaya hidup sehat, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan rutin.

Usia Akhir 30-an (35–39 Tahun)

Saat memasuki usia akhir 30-an, beberapa perubahan bisa mulai dirasakan:

1. Penurunan Kesuburan

Cadangan sel telur dalam ovarium secara bertahap menurun seiring bertambahnya usia, terutama setelah usia 35 tahun. Jika kamu sulit hamil setelah 6 bulan berhubungan tanpa alat kontrasepsi, diskusikan dengan dokter kandungan.

2. Perubahan Hormon & Siklus

Mendekati usia akhir 30-an, peningkatan kadar estrogen relatif terhadap progesteron dapat mengakibatkan menstruasi yang lebih berat dan gejala PMS yang lebih parah, seperti gejala kembung (bloating) dan perubahan suasana hati (mood swings).

3. Metabolisme & Berat Badan

Metabolisme cenderung melambat seiring usia, yang bisa memengaruhi berat badan dan pada akhirnya berdampak pada kadang-kadang menstruasi menjadi tidak teratur. Selain itu, perubahan sensitivitas insulin dapat memengaruhi siklus menstruasi, terutama jika PCOS berkembang.

Bagaimana Persalinan Mempengaruhi Menstruasi & Siklusmu?

Melahirkan membawa perubahan besar pada hormon tubuh, yang memengaruhi kapan menstruasi kembali setelah bayi lahir. Pada masa ini, menstruasi tidak langsung kembali seperti saat sebelum kehamilan.

Lochia (Darah Nifas): Apa Itu Lochia dan Lama Durasi

  • Setelah melahirkan, tubuhmu akan mengalami pendarahan yang disebut lochia, yaitu keluarnya darah, lendir, dan jaringan rahim saat tubuh kembali ke kondisi sebelum hamil.Β 
  • Durasi lochia: Biasanya berlangsung 4–6 minggu setelah persalinan, meskipun pada beberapa orang bisa sedikit lebih lama.Β 
  • Perubahan warna: Dimulai dari merah cerah, lalu berubah menjadi coklat/pink, dan akhirnya menjadi kuning keputihan saat alirannya berkurang.Β 

πŸ’‘ Tips: Untuk kenyamanan maksimal dan perlindungan ekstra saat darah lochia sedang banyak di awal masa pascapersalinan, gunakan UMA Maxi Protection Padsβ€”dirancang untuk aliran yang sangat berat sehingga kamu tetap merasa aman dan bersih tanpa khawatir bocor atau sering ganti-ganti.

0 comments

Leave a comment

Please note, comments must be approved before they are published

Sources:

  • American College of Obstetricians and Gynecologists. (n.d.). Having a baby after age 35: How aging affects fertility and pregnancy. Retrieved from https://www.acog.org/womens-health/faqs/having-a-baby-after-age-35-how-aging-affects-fertility-and-pregnancy
  • WebMD. (n.d.). First period after pregnancy: What to expect. Retrieved from https://www.webmd.com/baby/first-period-after-pregnancy-what-to-expect

***

This article is for informational purposes only, even if and regardless of whether it features the advice of physicians and medical practitioners. This article is not, nor is it intended to be, a substitute for professional medical advice, diagnosis, or treatment and should never be relied upon for specific medical advice.

Shop All ↓

Shop Now Shop Now Shop Now