3 Hal Penting yang Konsumen Harus Tahu Tentang Pembalut Organik
Saat ini, semakin banyak perempuan di Indonesia beralih ke pembalut organik karena dianggap lebih aman, lebih nyaman, dan lebih ramah lingkungan. Namun, satu hal penting yang sering terlewat: tidak semua pembalut yang mengklaim “organik” benar-benar menggunakan bahan organik sepenuhnya.
Istilah “organik” pada produk kewanitaan kerap digunakan secara longgar sebagai strategi pemasaran. Karena itu, memahami apa yang sebenarnya ada di balik label menjadi langkah penting agar kamu bisa membuat pilihan yang lebih cerdas dan bertanggung jawab terhadap kesehatan tubuhmu.
Apa Arti “Organik” pada Pembalut?
Dalam konteks pembalut, istilah organik seharusnya mengacu pada beberapa prinsip utama:
- Bahan utamanya (umumnya kapas) ditanam tanpa pestisida sintetis, herbisida, atau bahan kimia berbahaya seperti klorin
- Diproses dengan metode yang lebih aman untuk kulit sensitif
- Meminimalkan residu kimia yang bersentuhan langsung dengan area kewanitaan
- Lebih ramah lingkungan dibanding bahan sintetis berbasis plastik
Karena definisi “organik” tidak selalu diatur secara ketat dalam industri pembalut, membaca label dengan teliti menjadi kunci utama sebelum membeli.
Artikel ini akan membantu kamu memahami bagaimana membaca label pembalut organik dengan benar—agar kamu tidak hanya mengikuti klaim, tetapi benar-benar memahami isinya.
1. Perhatikan Bagian “Ingredients” atau “Bahan” di Kemasan
Pembalut organik seharusnya menggunakan bahan organik sebagai komponen utama, terutama pada lapisan yang bersentuhan langsung dengan kulit.
Sebagai contoh, pembalut organik UMA menggunakan lapisan 100% kapas organik yang tersertifikasi Organic Cotton Standard (OCS).
Tabel berikut menjelaskan perbandingan kapas organik UMA dibandingkan bahan pembalut lain:

Non-woven Polypropylene (PP) atau Polyethylene (PE)
PP dan PE adalah plastik sintetis yang sering digunakan sebagai lapisan permukaan atau lapisan anti bocor.
Mengapa sebaiknya dihindari?
- Bukan bahan organik
- Tidak dapat terurai secara alami
- Kurang breathable sehingga bisa menimbulkan rasa panas dan lembap
-
Berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan, terutama pada kulit sensitif
Viscose
Viscose sering dianggap “alami” karena berasal dari bahan tanaman seperti kayu atau bambu. Namun, secara teknis, viscose adalah serat semi-sintetis, bukan serat alami murni.
Untuk mengubah serat tanaman menjadi viscose, diperlukan:
- Proses kimia yang intensif
- Penggunaan bahan kimia seperti sodium hydroxide dan carbon disulfide
- Tahapan pemurnian yang dapat meninggalkan residu jika tidak diproses dengan standar tinggi
Pembalut Jagung / PLA (Polylactic Acid)
Pembalut jagung atau PLA sering dipasarkan sebagai alternatif “alami” karena berasal dari pati tanaman seperti jagung atau tebu. Namun, penting untuk dipahami bahwa asal bahan tanaman tidak otomatis menjadikannya aman atau alami untuk kulit sensitif.
PLA tetap tergolong material sintetis, karena:
- Diproduksi melalui proses rekayasa kimia dan polimerisasi industri
- Tidak berupa serat alami murni seperti kapas
- Tidak memiliki struktur breathable alami yang sama dengan kapas
Bagi kulit sensitif, paparan residu kimia sekecil apa pun dapat meningkatkan risiko iritasi, gatal, dan bahkan berpotensi berdampak jangka panjang.
2. Cari Logo Sertifikasi yang Kredibel
Klaim “organik” tanpa sertifikasi resmi sebaiknya dipertanyakan. Saat membaca label pembalut organik:
- Pastikan terdapat logo sertifikasi yang diakui
- Sertifikasi menunjukkan bahwa bahan dan proses produksi telah melalui standar tertentu
Sebagai contoh, pembalut organik UMA menggunakan 100% kapas organik tersertifikasi Organic Cotton Standard (OCS) dan telah teruji aman untuk kulit sensitif oleh Dermatest® Jerman.
3. Klaim yang Perlu Kamu Teliti dengan Kritis
Beberapa istilah di kemasan terdengar meyakinkan, tetapi tidak selalu menjamin kualitas atau keamanan:
- “Natural” / “100% natural”: Tidak selalu berarti organik atau bebas bahan kimia mengiritasi
- “Cotton-like”: Bukan berarti terbuat dari kapas; sering kali hanya menggambarkan tekstur yang menyerupai kapas
- “Hypoallergenic”: Artinya berisiko rendah menyebabkan alergi, bukan berarti bebas iritasi atau aman untuk semua kulit sensitif
Kesimpulan
Pada akhirnya, pembalut yang benar-benar organik bukan hanya soal asal bahan, tetapi juga bagaimana bahan tersebut diproses, diuji, dan digunakan pada area paling sensitif tubuh perempuan.
Membaca label dengan kritis bukan berarti rewel—melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri. Karena apa yang kamu gunakan setiap hari, terutama di area intim, seharusnya memberi rasa aman, bukan tanda tanya.
- Tags: Menstrual Vaginal Health
0 comments