top of page

Bagaimana Cara Mencuci Pembalut?


Cuci atau tidak cuci pembalut? Hmm... Pertanyaan tersebut seringkali menjadi topik pembahasan banyak wanita Indonesia, yang sejak kecil telah diajarkan untuk mencuci pembalut setelah pemakaian—ada yang mencuci agar tidak tercium binatang peliharaan di rumah, dan ada pula yang melakukannya agar proses pick-up sampah lebih nyaman.


Faktanya, bukanlah sebuah kewajiban untuk mencuci pembalut setelah pemakaian. It's more of a choice. Jika kamu terbiasa mencuci pembalut, that's fine. Tapi kalau kamu lebih memilih untuk tidak mencuci pembalut, that's also fine! Yang perlu kamu perhatikan adalah menjaga kebersihan saat dan setelah pembalut dicuci. Ikuti langkah-langkah berikut supaya proses pencucian aman dan nyaman!



CARA MENCUCI PEMBALUT UMA

  1. Bilas pembalut UMA dengan air mengalir. Kamu juga bisa memakai sabun cair jika ingin.

  2. Pastikan area pencucian higienis! Setelah pembalut dicuci, bersihkan area pencucian dengan sabun dan air panas mengalir.


✓ Dos:

a. Mencuci di area mandi: Untuk mempermudah air mengalir dan area lebih mudah untuk dibersihkan.

b. Bilas dan peras pembalut: Setelah dibilas, peras pembalut agar tempat sampah tidak becek.


X Don'ts:

a. Cuci di wastafel: Selain mudah berantakan, area wastafel lebih sulit dibersihkan.

b. Kucek pembalut: Supaya pembalut tidak mudah hancur.


Don't worry, pembalut organik dan aman kompos UMA terbuat dari bahan-bahan yang mudah untuk dicuci. Yuk, coba dan buktikan sendiri!


Pembalut organik dan aman kompos UMA terbuat dari 100% kapas organik (tersertifikasi GOTS), plastik aman kompos (tersertifikasi TUV), dan dikemas dalam kemasan hasil daur ulang. Tersedia mulai dari Rp30ribu!


***

Artikel ini bukan, dan tidak dimaksudkan sebagai, pengganti saran ahli medis, diagnosa, atau pengobatan, dan tidak boleh diandalkan untuk nasihat medis tertentu.


We crack open taboos and talk about all things reproductive health. Follow UMA on Instagram.

Komentarai


bottom of page