top of page

Myth or Fact: Pelajari 14 Mitos dan Fakta Soal Menstruasi Ini!


An interview with dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG(K)


Sepertinya kita semua setuju bahwa menstruasi adalah topik yang masih dianggap tabu di Indonesia, sehingga pembahasan soal topik ini pun tergolong minim. Padahal, menstruasi adalah bagian penting dari sistem reproduksi wanita yang wajib dikenal dengan baik.


Karena jarang dibahas—karena banyak orang masih sungkan atau merasa kurang nyaman—semakin mudah bagi masyarakat untuk menerima informasi yang tidak benar soal fenomena ini. “Kalau lagi mens nggak boleh keramas,” “Katanya kalau mens nggak boleh makan nanas, lho!”. Hmm… Pernahkah kamu mendengar aturan-aturan seperti itu?


Di sini, dr. Caroline Tirtajasa, Sp.Og(K) membedah sejumlah mitos dan fakta seputar menstruasi yang perlu kamu ketahui. Mana saja yang mitos dan mana saja yang fakta? Yuk, simak penjelasannya!



Q:

Apakah benar bahwa kita tidak boleh keramas saat menstruasi?


A:

Tidak benar. Keramas dan kesehatan menstruasi tidak berkaitan sama sekali. Mencuci rambut saat mens tidak akan memengaruhi hormon kita, so kabar ini hanyalah mitos.



Q:

Apakah benar kalau tidak boleh gunting kuku saat mens?


A:

Sama seperti pertanyaan sebelumnya, jawabannya adalah: Tidak, karena aktivitas ini tidak ada hubungannya dengan hormon tubuhmu. Jangan ragu untuk menggunting kuku saat mens, karena siklusmu tidak akan terganggu.



Q:

Apakah mengonsumsi buah nanas saat mens berbahaya bagi kesehatan?


A:

Buah nanas aman untuk dikonsumsi saat menstruasi. Jadi, kabar bahwa kita dilarang makan buah nanas saat mens adalah mitos. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah jumlah buah nanas yang dikonsumsi. Beberapa orang bisa mengalami diare jika makan terlalu banyak buah nanas karena kandungan asamnya yang tinggi.



Q:

Kabarnya mengonsumsi timun bisa membuat mens lebih lama. Benarkah begitu?


A:

No. Kalau pernah mendengar kabar ini, tidak usah dipercaya—ini adalah mitos. Timun tidak memengaruhi kadar hormon wanita, yang berarti tidak akan memengaruhi siklus haid juga.



Q:

Apakah minum minuman dingin membuat telat mens?


A:

Tentu tidak! Kalau kamu suka minum minuman dingin, tidak apa-apa untuk mengonsumsinya saat mens. Minuman dingin tidak akan membuatmu terlambat mens, dan juga tak akan membuat darah mens lebih lancar.


Q:

Apakah minuman bersoda berpengaruh pada siklus mens?


A:

Faktanya, minuman bersoda tidak memengaruhi menstruasi sama sekali. Kalau pernah dengar bahwa minuman bersoda bisa melancarkan darah mens, hal tersebut adalah mitos. Namun konsumsi minuman bersoda perlu dikontrol karena kadar gulanya yang tinggi. Memang tidak memengaruhi siklus mens, tapi terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya.


Q:

Apakah coklat bisa membantu meringankan nyeri mens?


A:

Tergantung pada dirimu—apakah kamu penggemar coklat? Kalau kamu suka coklat, maka mengonsumsi coklat bisa bantu meringankan nyeri mens—lebih tepatnya membuat mood lebih baik.


Mood kamu akan membaik bukan karena kandungan coklatnya itu sendiri, tapi karena coklat membantu merilis happy hormones dalam tubuhmu—itulah mengapa coklat bisa membuatmu merasa lebih nyaman saat mens jika kamu penggemar coklat. Kalau kamu tidak suka coklat, kamu tubuhmu tidak mengalami respon yang sama.



Q:

Apakah mens membatasi aktivitas perempuan?


A:

Normalnya, mens tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Mungkin ada beberapa aktivitas yang tidak bisa dilakukan karena alasan higienis, seperti berenang di kolam renang umum. Tapi nyeri yang dialami seharusnya tidak mengganggu aktivitasmu. Kalau kamu mengalami rasa sakit luar biasa saat mens sehingga kegiatan sehari-hari terhambat, segera kunjungi dokter untuk check-up.



Q:

Saat mens, apakah kita tidak boleh berolahraga?


A:

Mungkin intenstitas olahraga yang kamu lakukan perlu disesuaikan dengan kekuatan tubuh, tapi tidak ada larangan untuk berolahraga selagi mens.



Q:

Apakah kita boleh berendam di bath tub saat mens?


A:

Yes, go ahead! Tidak ada larangan untuk berendam di bath tub saat mens—selama bath tub tersebut adalah milikmu sendiri. Yang perlu dihindari adalah berendam di kolam publik atas alasan kebersihan.



Q:

Apakah benar bahwa masturbasi dapat meringankan nyeri mens?


A:

Sama seperti kasus makan coklat untuk meringankan nyeri mens, masturbasi pun sama. Jika kamu tidak suka masturbasi, tentu efek yang dirasakan tidak sama seperti wanita yang menyukai masturbasi, karena mood kamu tidak terpengaruh.



Q:

Apakah tidur siang saat mens buruk bagi kesehatan?


A:

Eits, kata siapa? Kamu bebas untuk tidur siang saat menstruasi. Melakukan aktivitas ini tidak memengaruhi kesehatan menstruasi.



Q:

Kabarnya perempuan yang sering berinteraksi dengan perempuan lain akan memiliki siklus mens yang sama atau mirip (in sync). Benarkah begitu?


A:

Tidak ada bukti nyata bahwa ini terjadi, tapi ada teori di baliknya. Masing-masing orang memiliki aroma alami tersendiri yang terbentuk dari keringat. Nah, aroma alami tersebut menjadi "sinyal" bagi tubuhmu untuk menyinkronkan siklus menstruasi dengan wanita yang sering menghabiskan waktu bersamamu, seperti teman, anggota keluarga, atau rekan kerja. Tapi ini hanyalah sekadar teori dan tidak terbukti secara ilmiah.



Q:

Apakah benar bahwa mens adalah darah kotor?


A:

Yes and no. Darah mens terdiri dari dinding rahim yang meluruh dan darah. Saat masih berada di dalam tubuh darah mens tidaklah kotor. Tapi saat sudah ke luar dari tubuh, darah mens akan tercampur dengan bakteri di area vagina sehingga bisa dibilang “kotor”. Dan perlu diingat pula bahwa sama seperti darah pada umumnya, darah mens juga merupakan cairan tubuh yang bisa memiliki patogen yang menular melalui darah. Itulah mengapa kita dilarang membuang pembalut sembarangan.


Ditch your plastic pads! Sekarang ada pembalut organik yang aman kompos! Pembalut UMA terbuat dari 100% kapas organik, plastik aman kompos, dan dikemas dalam kemasan hasil daur ulang. Tersedia mulai dari Rp30ribu!


***


dr. Caroline Tirtajasa, Sp.OG(K) adalah Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan, subspesialis Fertility dan Hormon Reproduksi lulusan Universitas Indonesia dan Universitas Schleswig-Holstein, Jerman. Kini, dr. Caroline praktik di OMNI Hospitals Pulomas, Jakarta Timur sebagai Konsultan Fertility Center dan Laparoscopy Center. Selain itu, dr. Caroline juga mendedikasikan waktunya untuk berbagi informasi mengenai kesehatan reproduksi via akun media sosial pribadinya:


Artikel ini bertujuan untuk menyampaikan informasi dari dokter dan praktisi medis. Artikel ini bukan, dan tidak dimaksudkan sebagai, pengganti saran ahli medis, diagnosa, atau pengobatan, dan tidak boleh diandalkan untuk nasihat medis tertentu.


We crack open taboos and talk about all things reproductive health. Follow UMA on Instagram.

Commentaires


bottom of page